Jumat, 22 Agustus 2008

Semuanya makin jelas mengarah kepada satu titik...

Semuanya makin jelas mengarah kepada satu titik...

kabur yang selama ini mengerubungi tak, perlahan mulai hilang. Lenyap dengan kembali ditemukannya sebuah pengharapan baru. Setelah sekain lama dibuatakn oleh perasaan cinta tak berujung, kini mata kembali bening, telinga semakin jernih, otak tak sehitam dulu, hati lebih berseri, jiwa semakin beraga, raga kian berjiwa.

Batin Kembali mampu menerawang jauh ke depan. Menatap lurus sebuah cahaya yang tak lagi berwarna abu-abu seperti dulu. Alur hidup tidak lagi semrawut seperti beberapa tahun silam. Masa dimana seakan harapan tertuang dalam sebuah cawan kebahagian, namun terasa semu begitu menyadari semuanya hanya utopis yang hanya berbentuk sebuah skenario perjalanan hidup yang sedikit melelahkan... Membuat nafas tersenggal, jantung berpacu, angan berteriak...

Masa-masa itu kini sudah terlalui. Habis sudah sebuah cerita panjang yang telah terususn dalam sebuah buku berjudul KITA selama 4 tahun lebih lamanya. Bagian perbagian menyisakan sebuah cerita yang tak akan pernah usang menjadi dongeng tidur para para remaja yang mulai melangkah menyusuri, mencari, menelisik sebuah makna dari sebuah kata KAMU.

Semuanya tentu akan menjadi sebuah peninggalan sejarah masa muda yang cukup indah namun sedikit menyakitkan. Saat semuanya terbang melayang, bercengkrama bersama burung, pesawat terbang komersial, bahkan sebuah pesawat tempur keluaran Rusia terasa begitu menyenangkan. Namun, tiba-tiba sebuah 'turbulensi' memecah semua konsentrasi serta pengharapan yang sudah mulai menampakan bentuknya. Tidak lagi berupa puzzle yang terpecah belah, tidak lagi sebuah teka-teki silang yang mampu mengreyitkan dahi dan memekakan nurani.

Entah bagaimana kabar dari puzzle yang dulu pernah tersusun rapi itu. Mungkin saat ini dia mungkin sudah menemukan sebuah pengharapan baru. Sebuah pencerahan yang akan kembali menata serpihan hati yang sempat dia rasakan sebelumnya. Kini, semuanya hanya tinggal petikan sebuah bait lagu yang akan terasa miris jika dilantunkan. Namun, terasa menyenangkan jika terpendam.

Sebuah lentera baru kini sudah terlihat di depan retina mata. Meskipun cahayanya masih hanya tertangkap sebuah sudut mata, namun cahaya keyakinan yang terpancar mulai menguatkan keyakinan hati. Meneguhkan kyakinan iman yang selama ini bimbang lantaran sebuah garis tipis yang bernama keyakinan. Cahayanya cukup menyejukan hati, menawarkan sendu, menetralisir peluah yang selama ini keluar tanpa arti.

Sebuah pengharapan baru kini mulai terbersit, tersirat, bahkan tepatri dalam sel-sel otak. Meskipun untuk melangkah menggapai cahaya tersebut masih cukup jauh, setidaknya warna abu-abu tersebut tidak lagi terlihat gelar bahkan cenderung menjadi sebuah putih. Dan bahkan akan semakin putih ketika saat itu tiba, ketika sesosok cahaya lentera kembali mewarnai hidup yang berangsur mengindah lagi....

See yaa
Autism Is Not A Crime

Rabu, 20 Agustus 2008

From me to my irv....

Kau abu-abu aku bahkan tak tahu nama belakangmu.
Kau abu-abu aku kadang tak mengerti arti diammu,
Kau abu-abu aku sering tak mengertri arti maksud seyum simpulmu.
Kau abu-abu aku masih tak tahu apa yang ku rasakan seungguhnya.
Ya kau memang abu-abu.
Tapi tahukah kau......
kau adalah warna yang indah sebentuk keraguan yang menakjubkan.
Putihmu, Hitammu melebur indah berbaur apik.
Kau abu-abu aku mulai tak peduli akan itu.
Aku mengagumimu
Dith to Irv 080808

Kalian semua memang ANJING!!!!!

Sebelumnya sori banged yang kesinggung sama judul postingan dan status YM gw kali ini. Tapi buat yang ngerasa....lu emang anjing...

Ga mesti gw perjelas kenapa gw bisa ngerasa sejengkel ini sama seseorang. Yang pasti gw ga mau kejengkelan gw ini bertambah parah dengan adu fisik...ga masalah bagi gw kalo mesti hal itu terjadi. Cuma masalahnya apa kata orang-orang di sekeliling gw yang mengira selama ini gw autis...Tapi yang jelas ANJING!!!

Ga ngerti gw mesti ngomong apa...ga tau gw mesti komentar kaya gimana...Semuanya bikin gw deprese. Sebagian orang malah bikin gw 'sakit' dan bahkan nyaris lepas kontrol. Teserah lo semua mau bilang gw apa, gw kaya gimana itu hak lo semua. so jangan usil juga sama hak gw yang pengen maki-maki seseorang dari belakang.

Jangan pikir gw cuma berani di belakang, gw cuma ngejaga perasaan orang-orang di sekeliling gw. Kalau ada yang berani ngejamin semua orang-orang itu tutup mulut dan ga nyampurinmasalah gw itu fine... gw bisa nglakuin apa aja yang gw mau malem ini... Tapi itu tadi..syapa yang berani jamin...Nothing to lose gw adu fisik gw ga pernah takut kalo gw mesti kehilangan sesuatu....

Anyways...fuck this dude and fuck with everything that he ask to....
Gw cuma benci sama seseorang atau bahkan beberapa orang dan sekali lagi gw minta maaf kalo lo semua ga kemasuk sama orang-orang yang gw benci...yanga jelas kalian semua ANJING!!!!!!

See yaa dude!!!!
autism is not a crime

Selasa, 19 Agustus 2008

Apa yang kita rasakan dan apa yang terjadi selama ini merupakan sebuah kebingungan yang teamat sangat. Betapa tidak, setiap hari manusia dihadapkan dengan kenyataan yang sangat berbeda. Manis, pahit, indah, kelam, hingga datar menjadi warna sehari-hari.

Keputusasaan, deprese, sakit, benci, sayang, jenuh, cinta, kesal, marah, sedih, sendu, sedan, pilu, menjadi hal lumrah yang terlihat mendominasi kehidupan. Semuanya berpangkal pada satu masalah, masalah manusia yang akan selalu hilir mudik sepanjang nafas masih mengalir. Karena, hidup ini merupakan sebuah pilihan.

"Saya salah langkah. Itu saja. Saya ingn mencoba sebuah peruntungan baru," kata seorang teman yang berprofesi sebagai seorang reporter di SINDO Jabar dengan inisial Krisiandi Sacawisastra dalam tag line status Yahoo Messengernya.

Itulah salah satu resiko dari sebuah pilihan. Semua pilihan memiliki resikonya masing-masing. Rendah, sedang, ataupun berat tingkat resiko yang akan ditanggung, igtu masalah belakangan. Yang pati, Kris sudah berani mencoba apa yang namanya sebuah pilihan. Tak jarang, banyak manusia kebingungan ketika dihadapkan dengan sebuah pilihan.

"Pilihanku, itu resikoku," begitu sahut salah seorang sobat karib semasa kuliah dulu, Maula Noorhadied berprinsip.

Andai semua manusia bisa melihat apa yang akan terjadi hari esok...
semua orang mungkin pernah memiliki angan seperti itu. Namun, dibalik itu semua orang-orang tersebut ketakutan untuk menjatuhkan pilihan dan menanggung resikonya kelak.

Well, namanya juga resiko. Konotasi negatuf langsung didaratkan secara bertubi2 kepada resiko yang lahir dari sebuah pilihan tadi. Siap atau tidak, resiko itu harus dihadapi dan diselesaikan sesuai dengan porsinya.

Namun, kadar resiko tersebut bisa dikurangi untuk beberapa jenis pilihan. Tapi, tidak sedikit juga seseorang dipusingkan dengan pilihan yang begitu berat, begitu rumit, dan sulit dibedakan.

"Saya sekarang masih jalan (pacaram,red) dengan 2 orang wanita. Keduanya menanggapi secara serius dan akhirnya saya kebingungan memilih yang mana. Ini memang sebuah pilihan yang harus saya ambil. Saya tidak mungkin memilih keduanya atau meninggal;kan keduanya. Harus adayang dikorbankan dalam kasusu saya ini. Meskipun saya tidak bisa memungkiri hati saya pasti ikut menjadi korban," keluh seorang rekan kerja.

Anyways,,,,,
hidup emang gak bisa dipisahkan oleh sebuah pilihan. Sayapun begitu, saya sudah memutuskan untuk menikahi seorang gadis cepat ataupun lambat. Yang pasti, saat ini saya menyayangi dia dan (semoga) diapun melakukan hal yang sama. Kembali saya sebut 'dia' dengan pertimbangan yang sama. Keputusan saya menikahinya berarti saya siap dengan resiko yang harus ditanggung dari pilihan tersebut. Karena sekali lagi....hidup itu sebuah pilihan...

see yaa dude!!!
autism is not a crime

Senin, 18 Agustus 2008

Hidupku...Duniaku...serta isi tanahku....

"Life is a waterfall. We're one the river an one again after the fall," said System of a Down at the song caled Aerial from Toxicity.....

ya, gitu tueh hidup kita selama ini...berada di dalam satu alur dan akan tetap berada di alur tersebut meski banyak halangan yang udah dan bakal di jalanin...Gak salah banyak orang yang mengibaratkan hidupnya kaya aer...
mengalir sesuai koridornya kadang kena batu karang... tapi ga bisa ngelak...Ga bisa bikin aturan sendiri hanya ikut dengan apa yang udah ada....

well, analisis atau mungkin lebih tepatnya sebuah dongen tentang hidup yang dijelaskan sejak beberapa dasawarsa kebelakang, udah banyak di utaran banyak mulut. Gw mungkin adi orang yang ke belasan ribu yang bilang kaya gitu..Tapi, di sadari ataupun tidak sebuah falsafah kegidupan itu emang berlaku dan banyak nginspirasi orang-orang....

Satu dari jutaan orang yang gw maksud itu adalah diri gw sendiri...gw emang gak pernah peduli dengan kehidupan orang lain. Gw hanya nyoba bertahan di tengah hingar bingarnya dunia yang selalu berkutit dengan masalah yang itu-itu saja. Tanpa ada penyelesaian, tanpa ada yang benar dan salah. Yang selalu menjual aspek-aspek sosial yang sangat bersingguingan dengan kehidupan untuk meraih sesuatu...

Anyways, balik lagi ke topik yang gw coba tulis di sini meskipun belum tentu ada yang baca. Who care about me....Intinya, sikap yang selama ini kita pegang teguh, entah itu seperti air, angin atau apapun yang pasti semuanya mesti tetap menjadi sebuah acuan ketika berjalan di sebuah padang rumput, padang pasir, ataupun daratan yang tidak bertepi. Yang pasti, hidup adalah pilihan begitupun dengan cara kita hidup dan bagaimaan kita berjalan melewati hidup. Namun, semua pilihan tersebut memiliki resiko yang tidak bisa terelakan.....Dewa pernah bilang 'hidup adalah perjuangan' 'When Dreaming i guide to the another world' kata Creed. Semuanya tetap menunjuk pada sebuah kalimat yang intinya hidup mesti terus jalan sekalipun sulit........
hanya Sebuah tulisan yang ga berarti.....



See yaa dude!!!
Autism is not a crime

Minggu, 17 Agustus 2008

damn....

hmmmm....
acuatlly...gw bingun bgt sama hr ini..g kaya biasanya..siang ni gw males banged buat cari duit...org2 bilang gw gila kerja,tp anggapan itu kaya nya putus hr ini...
ga tau knp akhir-akhir ini sumpah gw malesnya g ktulungan...since i meet her,anderalin gw buat gawe makin terkikis...apa iya krena dya ya...maybe....
hmm sbagai gambaran..dia (sementara gw blang dya aja dl ya dgn brbagai prtimbangan ke temen2 gw) cewe paling keren yg prnh dket sm gw...she's cool,chubby not to prety but i like her so much...
orangnya asek..cuek...aneh...gila...sinting..autis...ya pokoknya kalo mau liat cewe yg klakuannya mirip gw ya dya...

but anyway...i love her and she love me to (perhaps) yg pasti dya bikin gw gawe males dan pengennya spent da day with her...love u beib...
uda ah gw maw ngantor walo gw benci profesi ini....orang2 pd libur gw mesti kasih orang2 kaya ini pelayanan yang memuaskan...anjing...gw benci org kaya...

see yaa dude!!!!
autism is not a crime

ga mesti d perhatikan...

ga mesti ada yg menghiraukan....
ga usah ada yg pduli...
ga harus semua orang memepertanyakan...
ga usahtau apa maksudnya...
smuanya hanya akan tjadi skali...
ga bakal brulang....
ga pernah kmbali...
slalu k depan...
tinggal gimana caranya ngraih garis finsih itu....

ga penting....never mind...

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jabar optimistis provinsi ini bisa mencapai target produksi padi sebanyak 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2008.

Entang Sastraatmaja, Wakil Ketua HKTI Jabar memperkirakan musim kemarau yang melanda sebagian wilayah Jabar tidak akan mengganggu produksi padi secara signifikan.

“Produksi padi Jabar tidak akan terganggu walaupun ada lahan yang kering, asalkan produktivitas pertanian padi meningkat,” katanya kepada Bisnis pekan lalu.

Dia mengemukakan beberapa faktor yang bisa meningkatkan produktivitas padi Jabar walaupun ada hambatan kekeringan, seperti penggunaan benih unggul, cara bercocok tanam yang lebih baik, serta penggunaan teknologi untuk kegiatan paskapanen.

Tingkat produktivitas padi Jabar, rata-rata mencapai lebih dari 5,2 ton per hektare per tahun, di atas tingkat produktivitas padi secara nasional sebesar 4,7 hingga 4,8 ton per hektare per tahun.

Produktivitas padi Jabar, kata dia, masih bisa meningkat lagi karena hingga saat ini tingkat kehilangan padi (losses) masih cukup tinggi sekitar 15% hingga 16%.

Pemicu tingginya angka losses ini, adalah perlakukan tanaman padi pada masa panen yang hanya menggunakan ketam atau ani-ani.

Selain itu, untuk memisahkan butiran gabah dari tangkainya, proses tradisional dengan memukul-mukulkan batang padi juga memberikan nilai losses yang tinggi.

“Kami akui premanisme dalam proses panen padi masih banyak terjadi, perilaku ini yang harus diubah,” katanya.

Selain itu, kata dia, penerapan teknologi mesin pemisah padi dari tangkainya menggunakan alat, seperti power tractor masih sangat kurang.

Dia memperkirakan, penggunaan teknologi pada proses panen dan paskapanen baru sekitar 30% dari total lahan padi yang ada di Jabar.

Harga alat untuk panen padi itu, kata dia, tidak terlalu mahal sekitar Rp5 juta per unit.

“Petani menunggu adanya bantuan, sehingga alat pemanen padi masih jarang digunakan. Sekarang tinggal pemerintah daerah saja yang harusnya lebih jeli dalam memberikan bantuannya kepada petani,” jelasnya.

Dengan penggunaan teknologi pada proses pemanenan padi, lanjut Entang, tingkat losses padi bisa ditekan di bawah 15%.

Lucki Rulyawan Djunaedi, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Distan) Jabar mengatakan kekeringan yang melanda sebagian wilayah Jabar, terletak pada lahan golongan tiga yang memang tidak dialiri irigasi teknis dan tidak ada sumber air.

“Untuk golongan satu dan dua masih baik-baik saja, hal ini yang membuat kami optimistis target produksi padi bisa tercapai,” katanya.

Selain itu, kata dia, lahan padi golongan tiga yang mengalami kekeringan adalah lahan yang tidak dimasukkan dalam target produksi padi Jabar thaun 2008.

“Petani memaksakan diri untuk menanam padi karena tergiur harga gabah yang sedang bagus, tetapi akhirnya malah rugi karena kekeringan,” katanya.